Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Menyerahkan 12 Mesin Kapal dan Alat Keselamatan Untuk Meningkatkan Produktivitas Nelayan
- account_circle BIN
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor perikanan dengan menyalurkan bantuan mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan bagi nelayan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada sejumlah kelompok nelayan di kawasan Pantai Indah Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (6/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk Fiestiandani berharap bantuan yang diberikan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan nelayan. Menurut Ipuk, dukungan mesin kapal akan membantu nelayan menjangkau area tangkapan yang lebih luas dengan waktu tempuh yang lebih efisien.
“Semoga bantuan ini bisa meningkatkan pendapatan bapak-bapak nelayan. Karena nyari ikannya bisa semakin jauh dan semakin cepat serta mudah,” kata Ipuk.
Total bantuan yang disalurkan berupa 12 unit mesin kapal berbahan bakar bensin. Mesin tersebut dibagikan kepada dua kelompok nelayan di Kecamatan Blimbingsari, satu kelompok nelayan di wilayah Banyuwangi, serta satu kelompok nelayan di Kecamatan Wongsorejo.
Selain mesin kapal, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan pendukung berupa 10 unit jaring ikan dan 50 unit life jacket atau baju pelampung. Bantuan tersebut diberikan kepada tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang tersebar di wilayah pesisir Banyuwangi.
Ipuk Fiestiandani menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara optimal, terutama alat keselamatan seperti life jacket. Ipuk menyebutkan, baju pelampung sangat dibutuhkan nelayan tradisional yang masih menggunakan perahu tanpa mesin atau ban-ban an.
“Life jacket ini terutama sangat berguna bagi nelayan kapal tradisional atau ban-ban an. Tadi beberapa nelayan memang mintanya dibantu jaket pelampung,” ujar Ipuk.
Lebih jauh, Ipuk Fiestiandani juga mendorong para nelayan agar mulai melakukan hilirisasi hasil perikanan. Dengan pengolahan lanjutan, nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut, tetapi juga memiliki sumber pendapatan tambahan dari produk olahan.
“Bapak Presiden saat ini tengah konsen mendorong hilirisasi. Jadi, saat tidak bisa melaut karena kondisi cuaca tidak mendukung, nelayan tetap memiliki sumber penghasilan,” tuturnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Ipuk Fiestiandani meminta Dinas Perikanan Banyuwangi membuka berbagai pelatihan yang dibutuhkan keluarga nelayan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, kemandirian, serta daya saing masyarakat pesisir.
Bantuan dari Pemkab Banyuwangi ini disambut antusias oleh para nelayan. Salah satunya Misno, anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Benteng Samudera Desa Bomo. Misno menilai bantuan mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan sangat membantu aktivitas melaut kelompoknya.
“Alhamdulillah, senang bisa dapat bantuan ini. Mesin kapal bisa kami gunakan bergiliran nanti, karena ada beberapa mesin yang sudah rusak. Begitupun dengan bantuan lainnya akan kami gunakan sebaik-baiknya,” kata Misno.
Program bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan Banyuwangi sekaligus memperkuat sektor perikanan daerah secara berkelanjutan.**
Penulis BIN
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.




Saat ini belum ada komentar