DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Satukan Barisan, Fokus Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025
- account_circle BIN
- calendar_month Senin, 15 Des 2025
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI Perjuangan Banyuwangi) menggelar rapat konsolidasi internal bersama seluruh pengurus anak cabang serta ketua, sekretaris, dan bendahara ranting se-Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel el-Royal Banyuwangi dan dihadiri jajaran struktural partai dari tingkat kecamatan hingga desa. Agenda ini menjadi langkah awal memperkuat soliditas organisasi menjelang tahapan penting partai ke depan. Minggu, 14 Desember 2025.
Konsolidasi internal ini secara khusus dirangkaikan dengan sosialisasi Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025. Regulasi internal tersebut menjadi pedoman baru yang mengatur aspek manajerial organisasi partai, mulai dari tata kelola struktural hingga penguatan disiplin kader di seluruh tingkatan. Melalui kegiatan ini, seluruh kader diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap aturan dan mekanisme organisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, dalam sambutannya menegaskan bahwa konsolidasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi besar partai dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang. Fokus utama konsolidasi ini diarahkan pada persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) serta Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang akan dilaksanakan dalam waktu mendatang.
“Konsolidasi internal ini menjadi langkah dalam menyusun strategi dan langkah organisasi yang lebih terstruktur untuk menghadapi tantangan politik ke depan,” ucap Made Cahyana saat dikonfirmasi awak media.
Made Cahyana menjelaskan bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh jumlah kader, tetapi juga oleh kedisiplinan dan kepatuhan terhadap peraturan partai. Oleh karena itu, seluruh kader diminta tetap solid, menjaga loyalitas, serta menjunjung tinggi aturan organisasi yang telah ditetapkan oleh partai.
Menurut Made Cahyana, konsolidasi internal memiliki makna strategis karena menjadi momentum untuk memperkuat organisasi secara menyeluruh. Proses menuju Konfercab dan Konferda harus dijalankan secara tertib, demokratis, dan tetap menjunjung semangat gotong royong yang menjadi ciri khas PDI Perjuangan.
“Kita, sebagai kader PDI Perjuangan harus tunduk dan taat perintah partai. Termasuk taat peraturan yang dikeluarkan oleh partai,” ujar Made.
Selain itu, konsolidasi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kader. Pemahaman terhadap Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2025 diharapkan mampu menciptakan tata kelola organisasi yang lebih rapi, profesional, dan selaras dengan cita-cita PDI Perjuangan sebagai partai pelopor.
“Salah satu partai pelopor itu adalah mantabnya kader yakni kader yang paham mengenai tata cara berorganisasi yang semata-mata untuk perbaikan organisasi dari periode ke periode berikutnya,” ucap Made Cahyana.
Made Cahyana menambahkan bahwa pemahaman berorganisasi bagi kader PDI Perjuangan tidak hanya bersifat teoritis. Disiplin organisasi harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat, sejalan dengan ideologi partai dan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Kader PDI Perjuangan diharapkan mampu menjalankan fungsi partai secara maksimal, termasuk melakukan agregasi dan artikulasi kepentingan rakyat. Dengan turun langsung ke lapangan, kader dapat memahami persoalan riil masyarakat dan menghadirkan solusi konkret melalui kerja politik yang berorientasi pada kepentingan rakyat kecil.*




Penulis BIN
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.




Saat ini belum ada komentar