Pantai Bimorejo Tawarkan Pengalaman Mancing Berbeda, Rumah Apung Resmi Jadi Ikon Baru Wisata
- account_circle BIN
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Prosiber.com – Pantai Bimo di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, terus menunjukkan perkembangan pesat dalam sektor pariwisata berbasis masyarakat. Kawasan pesisir yang awalnya lebih dikenal oleh kalangan pemancing kini berubah menjadi destinasi wisata yang memiliki berbagai fasilitas baru dan menarik minat banyak pengunjung.
Suasana Pantai Bimorejo yang teduh dengan pepohonan rindang membuat kawasan ini digemari oleh pengunjung yang ingin menikmati ketenangan alam. Selama ini, Pantai Bimo dikenal luas sebagai spot favorit para pemancing. Bahkan, pada tahun 2024, pantai tersebut menjadi lokasi penyelenggaraan Banyuwangi Fishing Festival yang diikuti para mancing mania dari berbagai daerah.
Lanal Banyuwangi kemudian menghadirkan inovasi baru melalui pembangunan Rumah Apung. Fasilitas ini dikembangkan untuk memberi kenyamanan dan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang menikmati wisata mancing Banyuwangi. Saat peresmian Rumah Apung pada Rabu, 18 November 2025, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso menyampaikan bahwa kondisi geografis pantai ini mendukung aktivitas memancing. “Secara geografis pantai ini cocok untuk wisata mancing karena arusnya lebih tenang jika dibandingkan dengan wilayah selatan,” ujar Muhammad Puji Santoso di hadapan para tamu.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani serta Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra. Dalam sambutannya, Bupati Ipuk memberikan apresiasi kepada Lanal Banyuwangi yang terus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata. Menurut Ipuk, keberadaan Rumah Apung ini akan memberikan dampak signifikan terhadap minat wisatawan. Ipuk menegaskan dalam kutipan, “Rumah Apung ini akan menjadi ikon baru wisata, khususnya para pemancing. Semoga dengan hadirnya fasilitas ini, lebih banyak menarik orang datang ke Bimorejo.”
Pengelolaan Pantai Bimo dilakukan bersama oleh pokdarwis dan pokmaswas Mina Lestari. Pokmaswas memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan perairan melalui pengawasan rutin agar ekosistem laut tetap terjaga dan aktivitas wisata berjalan aman.
Untuk meningkatkan fasilitas wisata, Bupati Ipuk menyerahkan bantuan berupa satu unit banana boat, satu unit donut boat, serta satu unit perahu pengawasan. Bantuan ini diharapkan mampu menambah daya tarik wisata keluarga di kawasan pesisir. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mendukung dengan memberikan 32 unit rumah ikan (fish apartment) yang akan ditempatkan di sekitar Rumah Apung. Bantuan tersebut disebut Ipuk sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan agar ikan dapat berkembang biak secara alami dan meningkatkan potensi wisata mancing Banyuwangi.
Ketua Pokdarwis, Zainulloh, menegaskan bahwa Pantai Bimorejo memiliki karakteristik perairan yang menarik bagi para pemancing. Dalam pernyataannya, Zainulloh menekankan, “Spotnya tidak terlalu dalam, tapi potensi ikannya variatif. Lengkap, mulai ikan karang, ikan plagis, ada semua. Selain itu, terumbu karangnya juga masih bagus.” Zainulloh optimistis perkembangan wisata Pantai Bimo akan semakin pesat seiring dukungan dari berbagai pihak.
Dengan semakin lengkapnya sarana pendukung dan meningkatnya perhatian pemerintah, Pantai Bimorejo kini menjadi destinasi yang menjanjikan bagi pecinta wisata bahari sekaligus pusat wisata mancing unggulan di Banyuwangi.*
Penulis BIN
Penulis kreatif yang gemar merangkai kata menjadi cerita penuh makna. Percaya bahwa tulisan bukan sekadar deretan huruf, tetapi jembatan antara ide dan imajinasi pembaca. Dengan gaya bahasa yang mengalir dan sentuhan humanis kerap menghadirkan karya yang menggugah rasa, menginspirasi tindakan, serta menyalakan semangat untuk terus belajar dan berkarya.




Saat ini belum ada komentar